Jumat, 31 Oktober 2014

MantaPKS,Inilah Mentri pertama yang melaporkan LHKPN

PKSKAbBandung.com - Eks Menteri Pertanian Suswono siang ini mendatangi gedung KPK. Suswono datang untuk melaporkan harta kekayaannya.

"Jadi saya datang untuk melaporkan harta kekayaan setelah selesai menjabat sebagai menteri, sebagaimana diatur dalam undang-undang," kata Suswono di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2014).

Dalam aturan yang berlaku, seseorang yang baru selesai menjabat sebagai pejabat negara memang wajib melaporkan harta kekayaannya. Sehingga, bisa diketahui ada tidaknya peningkatan atau penurunan jumlah hartanya selama menjabat.

Lalu berapa harta Suswono setelah menjabat sebagai menteri?

"Itu nanti sajalah, kan pasti diumumkan oleh KPK," jelas politisi PKS ini diiringi tawa.

Suswono merupakan mantan menteri era SBY yang pertama melaporkan harta kekayaannya. Dalam peraturan, ada waktu dua bulan bagi para mantan penyelenggara negara untuk melaporkan hartanya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada satu pun menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo yang melaporkan harta kekayaannya. Pihak KPK mengimbau agar para menteri segera melaporkan hartanya. [detik/im]





Rabu, 29 Oktober 2014

Profil Tedi Surahman, SE : Siap Menjadi “TEMAN” yang baik

Tedi Surahman SE (43 tahun), seorang pengusaha sukses yang tinggal di Kp. Sukabirus Ds Citeureup Kec. Dayeuhkolot Kab Bandung.

Dikaruniai 3 orang anak dari buah pernikahannya dengan Ane Rostiana, seorang guru di sebuah Sekolah Menengah Pertama.

Sebelum jadi anggota dewan, aktivitas harian Tedi adalah sebagai Direktur CV. Anugerah Bumi Lestari, juga mengelola usaha di bidang budidaya ikan dan sebagai pemilik Anugerah Elektronik yang saat ini telah memiliki 15 orang pegawai.

Pria yang akrab disapa “Teman” (Tedi Surahman) saat kampanye ini, disamping aktif di partai, juga berperan di lembaga sosial, dalam menyumbangkan tenaga dan pikirannya sebagai Pembina Forum Silaturahim Pemuda Islam, Pembina PJSU, dan Ketua Yayasan Lentera Keluarga Sejahtera.

Harapan besar tersandar di pundaknya, semoga Kab Bandung jadi lebih baik. •

Senin, 27 Oktober 2014

Profil Ma'mur Hasanudin : Dicintai Pemilihnya, 3 Periode jadi Dewan

H. Ma’mur Hasanudin, MA
Menjadi anggota DPR RI untuk ketiga kalinya adalah bukti betapa H. Ma'mur Hasanuddin, MA dicintai para pemilihnya. Memulai amanahnya sebagai dewan pusat sejak periode 2004-2009 dan 2009-2014, serta terpilih kembali dari Dapil yang sama (Kab Bandung & KBB) untuk periode 2014 - 2019.

Pria yang pernah berkarir sebagai dosen di Al Hikmah Jakarta ini mengenyam pendidikan S.1-nya di Jurusan Ushuluddin Universitas Al Imam Muhammad Ibnu Su'ud Al Islamiyah Arab Saudi serta S.2-nya di bidang dakwah Fakultas Makkah Robithoh Al Alam Al Islami Arab Saudi.

Selama jadi wakil rakyat, pria bersahaja kelahiran 1959 ini pernah menempati posisi di Komisi IV (bidang pertanian) dan BKSAP. Tak heran jika suami dari Hj. Anni Rosyidah ini sangat mengapresiasi pihak-pihak yang menyatakan perang terhadap buah impor. 

Ma'mur beralasan, pembatasan buah impor ini demi mendukung gerakan pengembangan pertanian nusantara. "Buah lokal itu ribuan jenisnya, kita perlu menempatkan posisinya yang baik di hati masyarakat  Indonesia", begitu kampanye yang selalu ia lontarkan.

Mantan direktur untuk Indonesia World Assembly of Moslem Youth ini berharap amanahnya di DPR-RI dapat diembannya dengan baik. •

Jumat, 24 Oktober 2014

Profil Haris Yuliana, Aleg PKS Semata Wayang


Sukses mengantarkan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat untuk kedua kalinya, membuat Haris Yuliana dipercaya oleh partai untuk jadi wakil rakyat. Dicalonkan dari Dapil Jabar II (Kab Bandung & KBB), dan akhirnya dilantik jadi anggota dewan Provinsi Jawa Barat karena meraih suara terbanyak.

Suami dari Rita Rahmasari ini tergolong politikus senior di PKS. Masa sebelum Kab Bandung berbagi daerah jadi KBB, ayah tujuh anak ini pernah jadi Aleg PKS satu-satunya di era 1999 - 2004.

Boleh dibilang, pria asli Bandung kelahiran 1970 ini  adalah orang yang sukses meretas jalan yang benar-benar baru bagi PKS Kab Bandung kala itu, yaitu dunia legislatif.

Alhamdulillah, meski Aleg PKS semata wayang, beliau mampu mewariskan pengalamannya kepada kader dibawahnya, sampai kemudian PKS jadi partai keempat terbesar saat ini.

Selain sebagai politikus, Haris juga dikenal sebagai pengusaha. Dibawah kepemimpinanya, PT Daya Mahardika Utama maju pesat. Selain itu, karena hobinya pada wisata kuliner, Haris pun mengelola sebuah kantin di Kota Bandung.

Ketika ditanya soal optimismenya dalam membangun Jawa Barat, mantan Wakil Ketua ORMAS PUI Kab. Bandung ini berharap agar Jawa Barat semakin maju dan berprestasi. Apalagi saat ini dipimpin oleh Gubernur dari kader PKS, tentu akan sangat mudah dalam membangun relasi kerja. •