Minggu, 07 Desember 2014

Dagelan Penenggelaman Kapal Ikan Asing di Laut Anambas





Dagelan Penenggelaman Kapal Ikan Asing di Laut Anambas

Oleh: Hazmi Srondol
Akhirnya, saya bisa tersenyum saat mendengar berita "ditenggelamkan" nya kapal pencuri ikan milik asing oleh pemerintahan era Jokowi-JK ini.
Kebahagiaan saya tentu ada berbagai sebab, yang pertama tentu lokasi penenggelaman kapal yang berada di laut sekitar pulau Anambas--sebuah pulau yang berada disekitar Laut China Selatan yang sempat kelupaan diketahui oleh Jokowi saat debat capres beberapa bulan yang lalu, kini sudah diketahuinya.
Kebahagiaan selanjutnya tentu perihal sudah dijawabnya "tantangan" dari Pak Sufmi Dasco Ahmad, Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra yang menganggap wacana penenggelaman kapal ikan asing ini hanya sekedar gertak sambal karena sudah lewat satu bulan pemerintahan Jokowi-JK tak satu pun kapal ikan asing ini yang sudah tenggelam.
Namun sayangnya, kebahagiaan itu berubah menjadi sejenis mesem atau tawa tertahan saat beberapa kali saya mendapatkan informasi dari Riky Rinovsky--seorang jurnalis yang juga merupakan kader Partai Gerindra yang tinggal di Kepulauan Natuna ini.
Bayangkan saja, ternyata kapal yang heboh diberitakan saat penenggelamannya adalah kapal-kapal ikan asing Vietnam yang sebenarnya sudah ditangkap oleh kapal patroli HIU MACAN 001 milik Departemen Perikanan dan Kelautan tahun 2012. Kapal-kapal yang sudah ditangkap ini pun jumlahnya sangat banyak, berkisar 20 s/d 30-an kapal asing
4 contoh laporan penangkapal kapal-kapal tersebut ada ada di link ini: http://mukhtar-api.blogspot.com/…/4-kapal-illegal-fishing-v…
Selama dua tahun lebih tertangkap dan disandarkan di pulau Anambas--kapal ikan asing tersebut sudah menjadi barang rongsokan. Alat-alat navigasi digital seperti GPS dan radio-radio lainnya sudah dipereteli serta mesin-mesinnya sudah berpindah tangan, dijual secara kiloan.
Tentu saja, perintah untuk menenggelamkan kapal rongsokan yang sempat membuat rusak pemandangan pantai pulau Anambas ini seperti buang-buang peluru saja. Apa tidak lebih baik peluru disimpan untuk menembaki kapal ikan kelas TRAWL atau pukat harimau lain yang masih berkeliaran disekitar perbatasan ZEE Indonesia di Laut China Selatan.
Apalagi jika ditenggelamkan dengan pengaturan yang baik, akan menjadi sejenis rumpon-rumpon yang membelokan habibat ikan laut sekitar Natuna. Tambahan informasi-- kini sekitar perbatasan ZEE Indonesia sudah ditebar rumpon-rumpon untuk menarik ikan-ikan agar berpindah ke sisi luar perbatasan laut Indonesia. Trik yg saya bingung menyebutnya, licik atau cerdik?
Belum lagi jika kita membaca berita tanggal 26 Maret 2013, ada laporan yang sangat menjengkelkan untuk negeri ini.
Kejadiannya adalah tentang tindakan kapal patroli China NANFENG yang mengejar balik dan menghambat kapal Hiu Macan 001 saat menangkap kapal "trawl" China 58081. Bahkan lebih mengejutkannya, dibelakang kapal Nanfeng-- ada kapal perang Cina 310 dengan bobot dan ukuran yang jauh lebih besar malah mengirimkan pesan WARNING alias peringatan kepada kapal patroli kita.
Kapal Perang China 310 tersebut juga sampai membunyikan sirine dan mengacaukan sistem telepon satelit dan navigasi KP Hiu Macan 001 hingga tidak berfungsi. Mungkin dalam dunia pesawat tempur, istilah ini adalah posisi "LOCKED" yang berarti KP Hiu Macan 001 sedang terkunci dan siap diledakkan oleh kapal perang China 310.
Akhirnya, dengan pertimbangan keselamatan awak kapal KP Hiu Macan 001--kapal pukat harimau China 58081 dilepaskan pada posisi GPS 04o 37,43’ N / 109o 46,30’ E.
Kronologis selengkapnya bisa dibaca di : http://jakartagreater.com/historia-gesekan-di-laut-china-s…/ , dan berita ini sampai saat menuliskan kembali, belum ada bantahan resmi dari kedua belah pihak--baik pemerintah Indonesia atau China.
Duh, padahal kapal-kapal jenis trawl ini bisa membawa 40 ton ikan dari Indonesia sekali angkutnya. Semakin sedih, warga Natuna dan Anambas kini hanya bisa terdiam terpaku melihat kerlip-kerlip lampu kapal ikan asing ini di lautan mereka yang digambarkan cahayanya mirip lampu-lampau kota besar diwaktu malam.
Nah, saya jadi bercabang fikirannya saat mengukur kekuatan kapal perang China 310 tersebut. Bayangkan, mereka mampu mengunci navigasi kapal patroli kita yang bukan buatan mereka.
Bagaimana jika Indonesia jadi beneran membeli kapal-kapal buatan mereka? Khususnya jika termasuk pembeliannnya kedepan adalah kapal patroli atau perang?
Apa tidak sama dengan menelanjangi "rahasia" persenjataan laut kita sendiri?
Entahlah, bukan urusan saya. EH! Hihihi...
Selamat pagi dan di laut tetap jaya--JALESVEVA JAYAMAHE
Sumber tulisan: https://www.facebook.com/hazmi.srondol/photos/a.624637194300028.1073741828.622903671140047/703403859756694/?type=1

Sabtu, 06 Desember 2014

Era Jokowi,Era Kebangkitan PKS?

Era Jokowi, Era Kebangkitan PKS?
By: Nandang Burhanudin

****
Jika standarnya minoritas, maka PKS adalah minoritas: 8 % dari total nasional. Namun siapakah yang paling head to head dengan rezim koalisi (Mega-Paloh)+Jokowi saat ini? Hanya PKS. Golkar, PAN, Demokrat sangat rentan terpecah belah. Mengingat hanya PKS yang menjadikan "dakwah di hadapan penguasa zhalim" sebagai bagian ideologisasi perjuangan.
Lantas, apakah PKS bisa bangkit di era penuh tipu daya saat ini? Dimana justru PKS menjadi most wanted, seperti halnya gerakan Islam di Mesir, Jordania, Tunisia, Libya, Saudi Arabia, Bangladesh, dan Gaza? Jawabannya bisa iya dan bisa tidak.
Jika PKS mampu belajar dari kelompok etnis China. Haqqul yaqin, PKS akan sukses. Berpikir, bertindak, dan berjuang laksana etnis minoritas China di era Soeharto. Mereka dirampas hak-haknya sebagai warga negara Indonesia. Namun apa kemudian yang terjadi? Kurang dari satu dekade di era Reformasi. China diakui sebagai WN penuh, agama Tionghoa diperlakukan resmi seperti agama mayoritas, budaya Cap Go Meh malah menjadi budaya istana.
Apa rahasianya? Tiada lain tiada bukan, etnis China Indonesia sukses menguasa pangkal kehidupan, yaitu: EKONOMI. Ya. Etnis China bukan hanya mengganti nama menjadi mirip Jawa-Sunda-Islam. Tapi lebih dari itu, dengan gigih dan kokoh menguasai sektor-sektor ekonomi riil. Dari yang haram hingga yang halal. Dari yang kecil hingga yang besar. Dari ekonomi sulit hingga ekonomi elit.
Lalu satu dekade kemudian, etnis China menjadi tim penentu kebijakan dalam dan LN Indonesia. Mereka yang menentukan impor bus karatan, singkong, ubi, beras, kapal, pesawat, hingga jenis peniti dan kancing baju. Rakyat Indonesia dibuat tidak lagi mandiri secara ekonomi. Mari kita jujur sejujur-jujurnya, apa yang melatarbelakangi AHOK begitu nekat? Tiada lain dan tiada bukan, AHOK memahami betul, aliran dana judi Tommy Winata mengalir sampai jauh ke pangkuan umat Islam.
Hal inilah yang harus dipelajari PKS. Terus terang, era Jokowi membuka tabir siapa yang serius memperjuangkan Indonesia hebat atau Indonesia laknat. Ternyata, political power itu ditentukan dengan seberapa kuat asset dan daya jelajah ekonomi. Silahkan anda caci maki media-media nasional yang ada! Namun caci maki tidak akan berdampak apapun, selama kita tidak mampu membeli saham mereka. Tentu sangat tidak elok, jika media sebesar METRO TV, MNCTV, VIVAGROUPS, KOMPAS, Gramedia, lalu hanya dilawan dengan PKSPIYUNGAN.

Senin, 01 Desember 2014

Jabar Dapat Tujuh PenghargaanDalam Tiga Hari




image
Prestasi demi prestasi didapat Pemprove Jabar. Baik dalam lingkungan maupun di dalam pelaksanaan Pemerintah. Semoga semua penghargaan ini bisa dirasakan masyarakat Jawa Barat. Warga Jabar Patut Bangga. Belum ada Propinsi yang begitu maju dalam segala Hal kecuali propinsi Jabar yang Di pimpin Kang Aher
by NS

Jumat, 21 November 2014

Petani dan Nelayan yang Pertama Rasakan Dampak Kenaikan BBM

H.Ma'mur Hasanuddin,MA
PKSKABBANDUNG. Kenaikan BBM bersubsidi yang diumumkan Presiden Jokowi dari Rp.6500 menjadi Rp.8.500 untuk bensin dan solar Rp.5.500 menjadi Rp.7.500, secara spontan akan menggelembungkan angka kemiskinan.

"Penggelembungan angka kemiskinan ini akan sangat reaktif apabila pemerintah tidak segera menetralisir dengan program tepat sasaran dan jangka panjang," Anggota Komisi IV DPR RI Ma’mur Hasanuddin kepada RMOL, Rabu (19/11).

Menurut Ma’mur, Petani pedesaan dan nelayan masyarakat pesisir adalah kelompok pertama yang akan merasakan dampak signifikan akibat kenaikan BBM bersubsidi. Dan kedua kelompok masyarakat ini mendominasi angka kemiskinan nasional.

Berdasarkan data statistik dari BPS, per Maret 2014, jumlah penduduk miskin sebesar 28,3 juta jiwa yang tersebar di kota dan desa atau 11,25 persen dari penduduk Indonesia. Standar yang digunakan sebagai batas kemiskinan berdasar pendapatan perkapita perbulan sebesar Rp. 302.735. Padahal, standar yang di pakai BPS masih terlalu rendah.

"Dengan angka Rp 300 ribuan perkapita bulan, artinya hanya 10 ribu perkapita perhari. Padahal untuk hidup layak saat ini seharusnya Rp 30 ribu perkapita perhari, yang artinya Rp.900.000 perkapita perbulan," jelas Ma’mur.

"Saya sangat yakin, apabila standar kemiskinan Rp.900.000 perkapita perbulan, jumlah penduduk miskin di negeri ini bisa dua atau tiga kali lipat jumlahnya yang bisa menembus angka 30 persen lebih penduduk Indonesia," tukas Ma’mur.

Pada kenaikan BBM kali ini, Ma’mur sangat tidak yakin dengan pemerintah dapat menjamin semua harga selain BBM yang naik, harga komoditas lain tidak akan berubah. "Dapat dipastikan, bahwa kenaikan BBM ini akan menjadi bola salju beban ekonomi rakyat. Harga semua komoditas akan mengekor kenaikan BBM, karena semua barang sangat terpaut dengan distribusi. Beban ekonomi ini akan semakin membesar yang berujung pada penggelembungan angka kemiskinan," ujar politisi Fraksi PKS ini.

Pada kenaikan BBM tahun 2012, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,5 persen. Sedangkan saat ini, pertumbuhan hanya 5,1persen. Pada kenaikan BBM bersubsidi kali ini, diperkirakan pada bulan Desember mendatang pertumbuhan ekonomi akan di bawah 5 persen. Dengan kondisi ini, perlu antisipasi pemerintah akan ledakan pengangguran. Pemerintah tidak boleh menutup mata jika ada Perusahaan swasta kecil menengah akan mengalami gulung tikar akibat tidak mampu menanggung biaya produksi yang semakin besar. Belum lagi jika ada tuntutan dari karyawan yang akan meminta kenaikan gaji.

"Saya meminta kepada pemerintah, untuk mewaspadai dengan cermat di semua sektor akan terjadi kemiskinan secara masif di negeri ini dalam waktu satu tahun ke depan. Dan pemerintah harus bertanggung jawab untuk mengendalikan situasi ini untuk dapat membalikkan keadaan. Jangan rakyat selalu jadi korban akibat salah kebijakan," demikian Ma’mur Hasanuddin. [rus]


Dikutip dari    :  http://politik.rmol.co/read/2014/11/19/180349/Petani-dan-Nelayan-yang-Pertama-Rasakan-  Dampak-Kenaikan-BBM-