Selasa, 02 September 2014

Kab Bandung : Petani Terpaksa Gunakan Limbah untuk Sawahnya


Bandung : Menanggapi maraknya pemberitaan soal sulitnya memperoleh air untuk mengairi sawah di beberapa wilayah di Kab Bandung, Thony Fathony M, Aleg PKS Kab Bandung turut angkat bicara. 

Anggota dewan yang baru dilantik itu merasa prihatin dengan maraknya laporan masyarakat soal kekeringan yang saat ini terjadi, apalagi sebagian petani terpaksa menggunakan air limbah untuk mengairi lahan pertaniannya, khusunya yang banyak terjadi di Rancaekek dan Majalaya. 

"Kami prihatin (dengan kekeringan) di beberapa wilayah pertanian di Kab Bandung, apalagi sebagian petani terpaksa menggunakan air limbah untuk mengairi sawahnya". ujarnya. 

Thony berkata, "kita akan terus dorong pemerintah, baik Pemprov Jabar maupun Pemkab Bandung, untuk terus memantau sistem pengairan di Kab Bandung, khususnya terkait dengan program Citarum BESTARI (Bersih, Sehat, Indah dan Lestari) yang telah dicanangkan sebelumnya". 

Program Citarum Bestari yang telah dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini memerlukan anggaran mencapai Rp. 120 Miliar. Diharapkan, untuk 4 tahun kedepan, Sungai Citarum dan sistem pengairan di Kab Bandung ini bisa berfungsi kembali sebagai sumber kehidupan, bersih, bahkan bisa dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, sambung Thony, Aleg PKS asal Dapil 4 ini.

"Harapannya tahun-tahun kedepan kita bisa mengantisipasi kekeringan, dan jangan sampai terjadi lagi ada petani yang mengairi pertaniannya dengan menggunakan air limbah" ujarnya menutup pembicaraan. (MF) 

Jumat, 29 Agustus 2014

Proposal PKS untuk Indonesia

"Tanpa ideologi manusia hanya berlari mengejar peradaban materi, namum hampa dalam aspek emosi dan spirit. Mereka akan teralienasi, kehilangan identitas sejati, mengalami disorientasi dan kegersangan hidup. Maka secara kolektif jadilah kita bangsa yang adem-ayem, miskin romantika. Negara besar namun dipenuhi dengan manusia kerdil yang tidak punya utopi. Bangsa ini perlu kembali menata cara pandang, membiakkan mimpi, memokuskan masa depan, membangun gairah dan militansi, serta menancapkan cita-cita besar yang hidup dan terasakan di dalam hati. Sehingga energi bangsa ini tidak terbuang dalam gerak chaotic melingkar, namum mengalir sinergis dan fokus. Artinya kita butuh kehangatan ideologi"

Cuplikan paragraf ini masih segar terasa, diambil dari buku "Platform Kebijakan Pembangunan PK Sejahtera". Buku yang merupakan dokumen yang merefleksikan visi, misi, program dan sikap partai terhadap berbagai persoalan Indonesia.

Kami memberikannya lagi kepada khalayak, terutama karena momentum pergantian panggung politik saat ini. Selain sebagai instrumen komunikasi model "proposal yang ditawarkan partai" kepada masyarakat, buku ini juga sebagai navigasi dalam mengelola negara, serta komitmen dewan-dewan PKS yang terhampar di seluruh Indonesia.

Semoga, kita semua tetap bersemangat dalam ber Indonesia.     

Download buku, silahkan klik :     
http://downloads.ziddu.com/download/24012725/platform.pembangunan.pks.pdf.html

Kamis, 28 Agustus 2014

Djoko Santoso : Belajar Dari Komitmen PKS


                       Catatan Bang DW.
Pilpres telah usai, pun akhirnya masing masing partai politik kembali ke basis dan kesibukannya masing masing.
Tetapi bagi saya, tinggal dua buah kesimpulan besar untuk sebuah evaluasi dari seorang praktisi intelejen senior DS (Djoko Santoso)
Pertama, belajar komitmen dari PKS
"Kagum pada PKS, selalu totalitas didalam berjuang, cyber army nya menjadi prajurit terdepan di social media (socmed) untuk advokasi dan membangun opini yang baik kepada prabowo subianto."
"Bahkan ada fenomena tersendiri; ketika semua parpol koalisi masih telat panas dan setengah hati berjuang, PKS berjuang seolah prabowo adalah capres dari kadernya sendiri, yup prabowo ibaratnya kader bagi PKS"
"Bagi saya (DS) kalau fenomena itu terbangun di partai gerindra tentu sebuah hal yang tidak luar biasa. Tapi hal tersebut terjadi pada PKS, yang pada pileg kemarin bahkan menjadi lawan politik bagi gerindra"
"Di seluruh Indonesia, sebenarnya koalisi merah putih bisa bergerak diatas jalan yang telah dibangun PKS dan gerindra"
"Saya (DS) juga tahu bahwa pada sebelum tanggal 22 juli ketika keputusan KPU akan keluar; prabowo subianto justru lebih banyak telepon atau komunikasi kepada taufik ridho sekjen PKS dibandingkan kepada partainya sendiri gerindra"
"Bagi saya itu hal yang sangat jarang terjadi, seorang calon presiden dari sebuah partai tetapi justru merasa sangat dekat dengan partai lain yang hanya berposisi sebagai pendukung semata."
Kesimpulan kedua, PKS tak memiliki DNA pengkhianat
"Saya (DS) selama menjalani tugas di dalam team advokasi pembelaan merah putih; sebenarnya menemukan begitu banyak pengkhianat alias pembocor informasi."
"Didalam ibaratnya sebuah suasana perang, pembocor informasi lah yang membuat salah satu kubu bisa kalah"
"Dan bagi militer, pembocor informasi sama saja seorang pengkhianat. Karena begitu 'jelek' perbuatannya, dengan rela menjual segala informasi ke pihak lawan dengan harga tertentu."
"Dan menariknya; pembocor itu tidak ada di tubuh PKS. Pembocor itu justru banyak ada dan menyebar di semua partai kecuali PKS"
"Bagi saya yang seorang mantan panglima, dua hal utama itu sangat penting ada didalam membangun kekuatan paling kuat: KOMITMEN dan KESETIAAN"
Pantas saja sisi mantan seorang komandan macam prabowo (danjen dan pangkostrad) lebih 'memilih' dekat dan percaya kepada PKS
Walaupun PKS itu bukan partai miliknya sendiri
Dan prabowo bagi PKS sendiri bukanlah kader nya
Ibarat jiwa seorang komandan (prabowo) dengan jiwa para prajuritnya (PKS)
Itu dua kesimpulan yang saya dapatkan.
Tetapi ada sebuah kalimat,
"Perang boleh datang silih berganti; tetapi prajuritku tetaplah satu (sama)"
Perjuangan itu lahir dan ada dari sebuah kesulitan dan ketidakenakan; maka berjuanglah
Tetap berjuanglah kawan
Karena tidak ada kalimat legowo untuk ketidakadilan

PKS : Doakan Kami Tetap Istiqomah