Jumat, 24 Oktober 2014

Profil Haris Yuliana, Aleg PKS Semata Wayang


Sukses mengantarkan Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat untuk kedua kalinya, membuat Haris Yuliana dipercaya oleh partai untuk jadi wakil rakyat. Dicalonkan dari Dapil Jabar II (Kab Bandung & KBB), dan akhirnya dilantik jadi anggota dewan Provinsi Jawa Barat karena meraih suara terbanyak.

Suami dari Rita Rahmasari ini tergolong politikus senior di PKS. Masa sebelum Kab Bandung berbagi daerah jadi KBB, ayah tujuh anak ini pernah jadi Aleg PKS satu-satunya di era 1999 - 2004.

Boleh dibilang, pria asli Bandung kelahiran 1970 ini  adalah orang yang sukses meretas jalan yang benar-benar baru bagi PKS Kab Bandung kala itu, yaitu dunia legislatif.

Alhamdulillah, meski Aleg PKS semata wayang, beliau mampu mewariskan pengalamannya kepada kader dibawahnya, sampai kemudian PKS jadi partai keempat terbesar saat ini.

Selain sebagai politikus, Haris juga dikenal sebagai pengusaha. Dibawah kepemimpinanya, PT Daya Mahardika Utama maju pesat. Selain itu, karena hobinya pada wisata kuliner, Haris pun mengelola sebuah kantin di Kota Bandung.

Ketika ditanya soal optimismenya dalam membangun Jawa Barat, mantan Wakil Ketua ORMAS PUI Kab. Bandung ini berharap agar Jawa Barat semakin maju dan berprestasi. Apalagi saat ini dipimpin oleh Gubernur dari kader PKS, tentu akan sangat mudah dalam membangun relasi kerja. •

Haris Yuliana, Aleg Dapil Kab Bandung Jadi Wakil Ketua DPRD Jabar

H. Haris Yuliana SE

Haris Yuliana beserta istri Rita Rahmasari, mendapat ucapan selamat
dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Susunan pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014 – 2019 : Ketua Ineu Puradewi S.Sis MM (PDIP), Wakil Ketua Dr. Irianto MS Saefudin (Golkar), H.Haris Yuliana SPdi (PKS), Irfan SN (PD), Abdul Haris B (Gerindra)

DPRD Provinsi Jawa Barat memastikan Haris Yuliana, aleg PKS dari Dapil Jabar 2, Kab Bandung-Kab Bandung Barat - untuk duduk di kursi wakil ketua DPRD Jabar.

Di internal PKS sendiri tidak ada kendala dalam pemilihan pimpinan DPRD Jabar, karena sosok Haris Yuliana merupakan politisi senior yang kini duduk sebagai staf di DPP PKS.

Sebelumnya, Haris adalah anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 1999-2004. Haris termasuk senior, pengurus aktif, komunikator politik yang bagus.

Tahun Baru Islam, Indonesia Makin Berkah


Kamis, 23 Oktober 2014

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah!


14140006201191857893
Fahri Hamzah 



Penulis : Adi Supriadi / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
Twitter : @assyarkhan
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengingatkan Presiden Joko Widodo agar tidak tergesa-gesa mengumumkan susunan kabinetnya. Alasan Fahri Hamzah sudah tepat karena Jokowi harus mendapat pertimbangan dari DPR terkait perubahan Nomenklatur kabinet yang dia susun. Apa yang dikatakan Fahri sudah benar bahwa Perubahan Nomenklatur kabinet sangat terkait dengan perencanaan Anggaran, realisasi anggaran dan pertanggungjawaban anggaran. Ketiga hal ini menentukan cara kerja legislatif dan eksekutif, Pijakan Kader PKS ini ada pada konstitusi Republik Indonesia.
Dalam UU MD3 terdapat satu hal yang mungkin saja akan bisa melengserkan Jokowi dari kursi Presiden apabila salah, karena kekuatan Politik di Indonesia saat ini berimbang, maka Jokowi harus hati-hati karena DPR yang saat ini dikuasai penuh lawan politik Jokowi bisa saja menjatuhkan hak angket apabila Jokowi dianggap melanggar Undang-Undang.
Relawan Jokowi boleh saja mencaci maki Fahri dengan sebutan Anjing, Jongos, Menang Bacot, Otak Udang dan Tai sebagaimana banyak beredar di Media Sosial menanggapi “Nasehat” Fahri kepada Jokowi terkait penetapan Menteri dalam kabinetnya, dari cara komentar saja sudah terlihat kualitas relawan Jokowi yang terbukti usai pesta Jokowi di Monas berserakannya kondom, sangat “Miskin” Intelektual jika tidak ingin disebut Idiot.
Kepada Projo dan Relawan Nasi Bungkus sebaiknya menanyakan kedalam diri tentang Prestasi apa yang sudah Anda buat? paling tidak dilingkungan masyarakat, jangan sampai jadi sampah masyarakat yang mudah dibayar untuk menghadiri pesta saja.
Sosok Fahri Hamzah harus diperbanyak di DPR RI saat ini, Semua kritik tajamnya selalu bernas dan berdalil kuat sehingga tidak ada yang bisa memberikan bantahan. Jika sebagian Politisi hanya diam dan menjadi paduan suara “Setuju” yang selama ini dikritisi Iwan Fals tetapi tidak demikian dengan Fahri yang selalu lantang menyuarakan konstitusi.
Jika Fahri sebagai politisi tidak baik tidak mungkin suara yang diberikan rakyat NTB bisa melebihi dari target pencalonannya sebagai Anggota DPR RI, bahkan Suara untuk Fahri Hamzah menjadi juara di NTB untuk keterwakilannya di DPR. Siapa yang bisa membantah ini?
Jika Relawan Jokowi dan Cyber Armynya PDI-P selama ini memojokkan PKS misalnya sebagai Partai dimana Fahri berada saat ini bahwa PKS tidak akan masuk di DPR lagi, faktanya kan justru jauh dengan opini kacangan yang dibuat itu.PKS tetap ada dan tetap eksis memprakarsai dukungan penuh untuk Prabowo dan membuat Koalisi Permanen di KMP, Siapa yang bisa membantah ini?
Jadi, Jangan sampai Presiden Jokowi tidak bisa diberi nasehat karena kesombongan diri dan para Ummat Pengikutnya menjadi makhluk yang tidak tahu diri. ” Bisa Hancur Negara Ini ” Mengutif Kata-Kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Jakarta, 23 Oktober 2014
ADI SUPRIADI / Ahmad Muhammad Haddad Assyarkhan
@assyarkhan

“RAKYAT BEBAS BICARA”