Minggu, 27 Januari 2013

Cegah Penyelewengan BOS, Jabar Gunakan Software Pelaporan

Cegah Penyelewengan BOS, Jabar Gunakan Software Pelaporan
BANDUNG --Inovasi dan terobosan terus dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kali ini ia melalui dinas pendidikan membuat software pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tentu saja ini dibuat untuk mencegah penyelewengan dana BOS.

Maklum BOS sering jadi sorotan berbagai pihak, terutama atas berbagai kasus penyelewengan dan kesalahan pelaporan. Dengan tujuan agar BOS tepat sasaran Provinsi Jawa Barat membuat sistem pelaporan seragam melalui software.

"Ini inisiatif provinsi, kalau dibilang terobosan silakan," ucap Heryawan usai meluncurkan pencairan dana BOS Tahap I 2013 di Gedung Sate, Jumat (18/1).

Pembuatan software ini dilatarbelakangi juga karena keterbatasan tenaga administrasi keuangan di tingkat SD. "Kalau di SMP dan SMA kan ada TU, di SD gak ada. Yang melakukan tugas administrasi kepala sekolah, coba bayangkan ia mengajar, jadi bendahara, jadi sekretaris. Nah software ini akan membantu," jelasnya.

Software dipilih karena dinilai lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan. Karena pelaporan dana BOS termasuk sederhana. "Itu kan tidak perlu pelaporan akuntansi yang jlimet, jadi yang kita berikan bukan pelatihan akuntansi, tapi pelatihan menggunakan software," paparnya.

Tahun lalu pelatihan penggunaan software itu sudah mencapai 20 ribu sekolah. "Kita akan latih bertahap hingga semua sekolah menggunakan software itu," tandasnya.

Selain mencegah penyelewengan penggunaan software ini juga, untuk mencegah terjadinya kesalahan pelaporan. karena bisa jadi tidak ada penyimpangan, namun karena tidak bisa  membuat laporan akhirnya menjadi kasus hukum.